Oleh Rakhel Ririn A., M.Psi.

Mengasuh anak di bawah usia 5 tahun bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama saat mengajarkan konsep berbagi. Pada usia ini, anak-anak cenderung egosentris, yaitu melihat dunia dari perspektif mereka sendiri. Namun, meski perilaku ini normal pada tahap perkembangan, ada beberapa cara untuk membantu mereka belajar berbagi dan menghindari sifat pelit.

Karakteristik Perkembangan Anak Usia 5 Tahun

Pada tahap perkembangan anak di bawah 5 tahun, anak-anak masih fokus pada diri mereka sendiri. Kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, yang dikenal sebagai “teori pikiran,” baru mulai berkembang. Sehingga, anak belum sepenuhnya mengerti bahwa tindakan mereka dapat memengaruhi perasaan orang lain. Ketika seorang anak terlihat tidak mau berbagi, bukan berarti mereka sengaja bersikap pelit. Mereka hanya belum sepenuhnya memahami konsep kepemilikan dan empati secara menyeluruh.

Selain itu, anak usia dini masih sangat terikat dengan barang-barang mereka. Mainan atau benda favorit sering kali dianggap sebagai perpanjangan dari diri mereka sendiri. Jadi, ketika diminta untuk berbagi, hal itu bisa terasa seperti kehilangan bagian dari identitas mereka.

Faktor yang Memengaruhi Anak Enggan Berbagi:

Rasa Aman yang Belum Tercipta

Anak-anak yang merasa tidak aman atau cemas sering kali lebih protektif terhadap barang-barang mereka. Mereka mungkin merasa bahwa jika mereka berbagi, mereka tidak akan mendapatkan kembali barang tersebut, sehingga muncul keinginan untuk melindungi apa yang mereka anggap sebagai milik mereka.

Kurangnya Pemodelan

Anak-anak belajar banyak dari mengamati orang di sekitar mereka, terutama orang tua dan pengasuh. Jika mereka jarang melihat orang dewasa berbagi atau jika situasi di rumah tidak menekankan pentingnya berbagi, mereka cenderung meniru perilaku yang mereka lihat sehari-hari.

Pengalaman Negatif dalam Berbagi

Jika anak pernah mengalami situasi di mana mereka dipaksa berbagi, atau jika berbagi menyebabkan mereka merasa dirugikan (misalnya, kehilangan mainan atau tidak mendapatkannya kembali), maka mereka mungkin akan menghindari berbagi di masa mendatang.

Sifat Temperamen

Anak dengan temperamen tertentu, seperti anak yang lebih sensitif atau introvert, mungkin lebih sulit berbagi. Mereka mungkin lebih menikmati kesendirian dan merasa lebih aman dengan barang-barang mereka.

Tips Agar Anak Mau Belajar Berbagi

Pemodelan Berbagi

Anak-anak belajar dari meniru perilaku orang dewasa. Sebagai orang tua, sering-seringlah memperlihatkan perilaku berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, berbagi makanan dengan pasangan atau tetangga, dan pastikan anak melihat contoh-contoh tersebut.

Berbagi Melalui Bermain

Anak-anak belajar melalui bermain, dan permainan kolaboratif adalah cara yang baik untuk mengajarkan berbagi. Ajak anak bermain permainan yang melibatkan berbagi barang atau giliran, seperti bermain balok bersama, atau permainan bergiliran seperti board games sederhana.

Jangan Memaksa

Penting untuk tidak memaksa anak berbagi. Jika anak merasa dipaksa, mereka mungkin malah mengembangkan sikap defensif. Sebaliknya, beri mereka waktu dan kesempatan untuk memutuskan berbagi secara sukarela.

Berikan Pujian Saat Berbagi

Ketika anak menunjukkan perilaku berbagi, berikan pujian yang spesifik. Misalnya, “Kamu baik sekali mau berbagi mainan dengan adikmu. Aku bangga padamu.” Pujian ini akan memperkuat perilaku positif.

Ajarkan Konsep Kepemilikan dan Bergiliran

Ajarkan bahwa memiliki barang adalah normal, tetapi ada juga saatnya untuk berbagi. Jelaskan bahwa berbagi tidak berarti kehilangan barang tersebut untuk selamanya. Gunakan konsep giliran untuk mengatasi ketakutan mereka kehilangan barang.

Gunakan Buku dan Cerita

Buku cerita tentang berbagi dapat menjadi alat yang bagus untuk mengajarkan nilai-nilai ini. Cerita-cerita yang menggambarkan tokoh yang belajar berbagi dapat memudahkan anak untuk memahami konsep berbagi dengan cara yang menyenangkan.

Berikan Waktu untuk Bersiap

Beri tahu anak bahwa akan ada momen berbagi sebelum waktu bermain dimulai. Misalnya, sebelum anak bermain bersama teman, Anda bisa mengingatkan mereka, “Nanti saat bermain, kita semua akan berbagi mainan ya.”

Kesimpulan

Mengasuh anak agar mereka belajar berbagi adalah proses yang memerlukan kesabaran dan konsistensi. Penting untuk memahami bahwa perilaku pelit bukanlah tanda ketidakpedulian anak, tetapi bagian dari perkembangan alami mereka. Dengan memberikan contoh, tidak memaksa, dan memberikan pujian positif, orang tua dapat membantu anak belajar berbagi dengan cara yang menyenangkan dan penuh pengertian.

 


Eksplorasi konten lain dari Duwina Center

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan